Sosiologi sebagai landasan ilmu komunikasi dapat dilihat dari fokus sosiologi
yang mempelajari manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan
bermasyarakat, pembentukan kelompok terjadi melalui proses interkasi
sosial dan pembentukan masyarakat juga terjadi melalui proses interaksi
antar kelompok. Proses pembentukan interaksi kelompok dan masyarakat luas
itu terjadi melalui komunikasi. Komunikasi menghasilkan interkasi sosial dan
memungkinkan adanya kontak sosial.
Ranah
sosiologi Komunikasi berbeda dengan studi-studi komunikasi dan sosiologi secara
keseluruhan, dengan kata lain objek sosiologi komunikasi tidak samadengan
sosiologi secara umum dan tidak mengambil objek komunikasi secara utuh, akan
tetapi sosiologi komunikasi menjembatani studi sosiologi dan studi kominukasi. Jembatan
itu dibangun berdasarkan kajian sosiologi tentang interaksi sosial, yang dalam
sosiologi juga dikenal dengan subkajian masalah-masalah komunikasi, kemudian
menariknya ke dalam studi komunikasi yang berkaitan erat dengan sosiologi yaitu
studi-studi media, dampak media maupun perkembangan teknologi komunikasi. Dalam
perkembangan selanjutanya, studi-studi sosiologi dan studi-studi komunikasi,
maka kajian sosiologi komunikasi ini berkembang menjadi satu kajian yang tidak
bisa lagi dibedakan secara sosiologis dengan komunikasa.
Dalam
arti ketika membahas kasus-kasus sosiologi komunikasi, maka akan ditemukan
sebuah kenyataan bahwa yang menjadi perhatian komunikasi juga menjadi perhatian
sosiologi. Hal ini terjadi karena ranah sosiologi komunikasi adalah kajian
sosiologi dan kajian komunikasi seperti individu, kelompok, masyarakat, dunia
dan interaksinya. Ranah sosiologi komunikasi berada pada wilayah individu,
kelompok, masyarakat, dan sistem dunia. Ranah ini bersentuhan dengan wilayah
lain, seperti teknologi telematika, komunikasi, proses interaksi sosial serta
budaya cosmopolitan. Objek Sosiologi Komunikasi Setiap bidang ilmu dalam rumpun
ilmu-ilmu sosial memiliki objek kajian formal yang sama yaitu manusia. Manusia
adalah objek yang tidak pernah habis dibahas dari berbagai aspek dan
sudut pandang dalam konteks mikro, makro, fisik, metafisika, bahkan dalam
konteks spiritualnya. Objek formal manusia yang dimaksud adalah dalam konteks
individu, kelompok, masyarakat, dunia serta aspek-aspek sosiologis yang
mengitarinya. Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan pada
aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas
sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek
dominan dalam kehidupan bersama orang lain. Aspek lainnya adalah
telematika dan realitasnya. Aspek ini menyangkut persoalan teknologi media,
teknologi komunikasi dan merupakan berbagai persoalan konvergensi yang
ditimbulkan termasuk realitas maya yang dihasilkan oleh telematika sebagai
ruang publik baru yang tanpa batas dan memiliki masa depan yang cerah bagi
ruang kehidupan. Sebaliknya perkembangan telematika dan aspek-aspeknya serta
pengaruhnya terhadap perkembanagn media massa memberikan efek yang luar biasa
pada masyarakat. Efek media memiliki ruang bahasan yang luas terhadap
konsekuensinya pada proses-proses sosial, menyangkut individu, kelompok,
masyarakat maupun dunia, termasuk aspek-aspek yang merusak seperti kekerasan,
pelecehan, penghinaan, bahkan sampai pada masalah-masalah kriminal.
Pengaruh efek media juga ikut membentuk life style dan kelahiran norma
sosial baru di masyarakat terutama pada masyarakat kosmopolitan, sekuler,
cerdas, professional, materialis, hedonis serta modis. Perkembangan telematika
tidak saja memasuki ranah sosial, namun juga memasuki ranah hukum dan bisnis.
Hal ini disebabkan oleh konsekuensi dominasi telematika dalam kehidupan
masyarakat pada umumnya. Ketika telematika sampai pada kemampuannya
menciptakan masyarakat baru yaitu cybercommunity, maka kebutuhan pada cyberlaw
menjadi mutlak ada dan mengatur seluruh fungsi sirkulasi serta peredaran
aspek-aspek kehidupan sosial sebagaimana kebutuhan suatu sistem sosial.
Dari
pemahaman singkat perihal sosiologi dan komunikasi diatas, dapat ditarik sebuah
korelasi yang saling mendukung antara ilmu sosiologi dan ilmu komunikasi. Hal
tersebut terjadi karena sosiologi itu adalah landasan ilmu komunikasi.
Pernyataan tersebut dapat dilihat dari fokus sosiologi yang mempelajari manusia
dalam kehidupan bermasyarakatnya. Karena, sebagaimana kita ketahui bahwa
pembentukan kelompok yang terjadi melalui proses interkasi sosial, pembentukan
masyarakat pun terjadi melalui proses interaksi antarkelompok. Proses
pembentukan interaksi kelompok dan masyarakat luas itu terjadi melalui
komunikasi. Komunikasi itulah yang menghasilkan interkasi sosial dan
memungkinkan adanya kontak sosial ( social contact ).
ADS HERE !!!