Teknologi dalam jurnalisme
Jurnanalisme
berasal dari kata journal yang artinya catatan harian. Jurnalisme
adalah kegiatan yang meliputi pembuatan berita setiap. Jurnalisme
mencatat, memproses, dan menyajikan informasi yang terjadi dalam
kehidupan setiap harinya. Jika diperhatikan, kegiatan jurnalisme sudah
ada sejak lama, contohnya saja seperti jejak ilmu oleh orang-orang hebat
seperti Aristoteles, Plato, dan penemu lainnya yang ilmu nya dapat kita
pelajari sampai sekarang, para kerabat ataupun orang-orang hebat
menuliskan apa yang mereka dapatkan pada saat itu untuk disebarluaskan
kedalam masyarakat. hal ini membuktikan bahwa kegiatan jurnalisme sudah
berlangsung lama.
Jurnalistik
bisa dikatakan sebagai penyiapan, penelusuran, penulisan dan penyebaran
berita atau informasi kepada khalayak. Perkembangan teknologi sangat
berpengaruh pada dunia jurnalistik. Pada zaman sebelum teknologi
berkembnag pesat seperti sekarang ini, jurnalistik hanya dikenal sebagai
kegiatan publikasi secara cetak seperti Koran, surat, majalah dan lain
sebaginya. Hal ini dikarenakan karena minimnya teknologi yang dapat
digunakan dalam bidang jurnalistik, teknologi yang berkembang pada masa
itu masih manual dan konvensional. Namun seiring berkembangnya teknologi
yang merujuk kepada teknologi elektronik, dunia jurnalistik mulai
merambah dan meluas ke media elektronik seperti tv dan radio.
Kemajuan
teknologi mendorong para jurnalis untuk belajar dan mempelajari
teknologi tersebut, karena hal ini berkaitan dengan bagaimana konsumsi
masyarakat terhadap media yang akna berpengaruh pada penyampaian berita
yang akan disebarkan oleh para junalisme. Setiap harinya masyarakat
membutuhkan informasi yang terjadi di dunia ini, mulai dari lingkungan
rumah, kota, negeri, hinggan keadaan dunia. Demi memenuhi kebutuhan
masyarakat akan berita, dunia jurnalisme melakukan konvergensi media
yang akan digunakan dalam kegiatan jurnalisme. Hal ini dilakukan agar
jurnalisme dapat lebih dimaksimalkan dalam hal kerjanya. Para jurnalisme
harus mampu menguasai teknologi yang sedang berkembang di masyarakat.
Selain
media cetak dan media elektronik, saat ini media online (internet) juga
berperan penting dalam dunia jurnalisme. Pada saat media cetak menjadi
satu-satunya saluran penyebaran informasi yang diberikan oleh jurnalis,
banyak hambatan yang didapatkan oleh para jurnalis. Pada masa teknologi
media cetak, informasi yang diberikan tidak bersifat realtime, karena
dari pencarian informasi sampai dengan penyebaran informasi ke
masyarakat, membutuhkan waktu yang lumayan lama, dikarenakan semua
kegiatan jurnalisme masih dan teknologi yang digunakan masih minim.
Sering juga masyarakat sulit memahami atau bahkan salah mengartikan
informasi yang disampaikan oleh jurnalisatau sulit untuk menciptakan
pemahaman yang sama untuk masyarakat dikarenakan media cetak hanya
menyajikan ratusan kata diatas kertas. Dengan teknologi yang masih minim
dan kebutuhan masyarakat yang tinggi akan informasi, maka jurnalisme
segera mencari cara agar informasi yang diberikan bisa cepat sampai ke
masyarakat dan masyarakat dapat memahami apa yang diberitakan oleh
jurnalis, maka masuklah media elektronik yang menjawab keluhan para
jurnalis di masa media cetak.
Mulai
bermucunculan media seperti perekam suara, kamera, komputer, dan
sebagainya, memudahkan pekerjaan para jurnalisme. Kini dengan adanya
media elektronik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa
lebih dimengerti dan diakses dengan mudah. Dalam media radio, informasi
yang disiarkan bisa dapat lebih dipahami dengan intonasi pembacaan
berita dan bisa live time antara informasi tersebut dengan kejadian yang
diinformasikan. Dalam media televisi, pesan disampaikan dengan cara
audio visual, dimana mayarakat bisa lebih memahami dan mengerti
informasi apa yang disampaikan. Dengan menggunakan media elektronik,
masyarakat yang tun aksara pun bisa mnegerti informasi yang disampaikan.
Dengan
berkembangnya teknologi, era ini sangat erat kaitannya dengan internet.
internet menjadi media yang tidak bisa dilepaskan dari kegiaatan
industry. Dalam kegiatan jurnalisme, saat jurnalisme masih mengandalkan
media cetak dan media elektronik, hanya jurnalisme profesionalah
yangbisa menyebarkan informasi kepada masyarakat, karenamereka dianggap
telah memiliki kaedah-kaedah jurnalisme dalam mencari, memproses, dan
menyebarkan informasi. Namun di zaman ini, apalagi dengan didorong
kemajuan teknologi internet, setiap orang bisa membuat informasi atau
menyebarkan informasi kepada masarakat tanpa memperhatikan latarbelakang
atau pendidikan orang yang menyebarkan informasi tersebut. Internet
juga membuat aliran informasi menjadi lebih cepat dan luas karena
internet diakses di hampir seluruh dunia dan informasi yang masuk dan
keluar dari internet berjalan begitu cepat setiap harinya. Internet
menghapuskan batasan jarak dan waktu dalam penyebaran informasi.
Masyarakat
yang melakukan “jurnalisme” online atau menyebarkan informasi melalui
online disebut citizen journalism. Setiap orang bisa menjadi “jurnalis”
di era ini seperti membuat, menyiarkan dan mempublikasi berita atau
informasi yang terjad di sekitak kita. Namun rata-rata diantara mereka
tidak memperhatikan kaedah jurnalisme. Para jurnalisme harus mampu
beradaptasi pada era modern dan era teknologi serba canggih ini. Apabila
mereka mampu beradaptasi dengan tenologi modern, kegiatan jurnalisme
bisa termaksimalkan. Namun tidak sedikit para jurnalis yang tidak mampu
memahami dan beradaptasi dengan era ini. karena sangat kompleksnya media
dan juga sangat banyak citizen jurnalisme yang lebih mampu bersaing
dalam menyediakan dan menyajikan informasi untuk masyarakat.
Dalam
kaitan antara jurnalisme dan internet, ada dua sisi positive dan sisi
negative. Sisi positive dari penggunaan internet dalam jurnalisme adalah
berita atau informasi yang disampaikan bisa begitu cepat di siarkan
dalam masyarakat, karena hampir semua masyarakat menggunakan internet
sebagai tempat mencari informasi. Internet juga mampu memberikan
kecepatan informasi dan bebas biaya, membuat akses untuk mencari
informasi. Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa peningkatan
pengaksesan informasi melalui internet akan terjadi. Sisi negative dari
jurnalisme online ialah berita yang diunduk ke dalam internet kesempatan
untuk di duplikasi oleh pihak lain sangatlah mungkin. Duplikasi
informasi dari situs aslinya dipindahkan ke situs lain ialah salah satu
plagiarism, dan membuat informasi yang ditampilkan bisa diragukan
kebenarannya. Media konvensional dituntut untuk berkonvergensi dengan
media baru agar dapat memuaskan pelanggan atau masyarakat. contoh media
konvensional berkonvergensi yaitu salam satu perusahaan Koran cetak,
Kompas, sudah membuat media onlinenya berbentuk kompas online yang bisa
diakses dimanapun dan kapanpun.
Kecanggihan
yang ditimbulkan oleh teknologi masa kini telah merubah berbagai aspek
kehidupan. Dalam bidang jurnalistik, teknologi yang merubah mengubah
cara kerja para jurnalis. Dengan kecanggihan teknologi yang
bergelimpangan pada saat ini memberikan kemudahan kepada para jurnalis
dalam menyiarkan informasi kepada khalayak umum. pada era ini semua
orang bisa menjadi jurnalis tanpa memandang latar belakang orang
tersebut. setiap orang berhak memberikan informasi dan menyebarkan
informasi kepada khalayak, dengan begitu kejadian yang terjadi sangat
mungkin diketahui dengan cepat oleh khalayak yang tidak ada di tempat
tersebut. namun tidak jarang para citizen jurnalisme yang menyebarkan
informasi tanpa menggunakan akidah berjurnalistik. Mereka yang dapat
beradaptaptasi dengan teknologi modern dan yang tetap memegang kaidah
jurnalisme dalam menyebarkan berita, akan lama bertahan dalam dunia
jurnalisme.